www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?

sumber :http://digirook.co.cc/index.php/component/content/5?task=view
Weird : Unique : Funny : Extreme : Mystery : Strange : Inspiring : all in one
| kotak pencarian |




Siang, beberapa hari lalu, Warta Kota mencoba naik ke menara yang kini jadi menara Museum Sejarah Jakarta (MSJ). Bagian menara memang tidak dibuka untuk umum karena kondisi atap gedung dan menara tak lagi memungkinkan dilewati banyak orang. Ruangan di menara di mana lonceng berada juga sempit. Untuk sampai di atas menara, orang harus melewati dua tangga yang curam.
Sampai di atas menara, Warta Kota menemukan sebuah alat penggerak kuno yang sudah lama tak terpakai. Pada alat itu menggantung semacam bandul. Lonceng yang terbilang kecil menempel di bagian atas. Di dekat lonceng ini ada besi yang dikaitkan dengan engkol. Jika engkol ditarik kemudian dilepas, maka besi tadi akan memukul lonceng. Bunyinya tak sebanding dengan cerita-cerita masa lalu, di mana saat “Lonceng Kematian” ini berdentang, pertanda rakyat akan menyaksikan malaikat pencabut nyawa menggantung pesakitan.
Lonceng ini akan dibunyikan untuk memanggil semua warga di dalam maupun di luar tembok Batavia untuk menyaksikan hukuman gantung.
Lonceng yang bertuliskan Soli Deo Gloria dari abad 18 itu terbuat dari besi dengan bentuk kokoh. Lonceng buatan tahun 1742 itu rasanya sudah tak jelas keberadaannya. Di masa Gubernur DKI Ali Sadikin, 1973, gedung bekas balai kota ini mengalami pemugaran besar-besaran.Sayangnya, tak ada data yang menyebutkan bagian mana saja yang sudah dipugar dan diganti dengan material baru.
Menurut arkeolog yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua Candrian Attahiyyat, kemungkinan besar lonceng pun ikut diganti. “Lonceng yang sekarang kan kecil. Kemungkinan sudah mengalami perubahan sejak sebelum 1973, tapi bisa juga pada saat pemugaran besar tahun 1973,” ujarnya.
Dalam buku “Dari Stadhuis ke Museum” , Hans Bonke dan Anne Handojo menyebutkan, tanggal 25 Januari 1707, Petronella Wilhelmina, putri Gubernur Jenderal Joan van Hoorn (1704-1709) meletakkan batu pertama. Menara kecil dipasang di atas atap dan lonceng dipasang kembali di sisi bordes. Dalam catatan lain, lonceng dibikin tahun 1742, itu artinya selama abad 18 saja sudah terjadi perubahan. Bisa jadi lonceng kematian dibikin setelah terjadi pembantaian orang China pada 1740. Eksekusi terakhir yang mengikutsertakan lonceng kematian terjadi pada 1896. Tjoen Boen Tjeng dihukum gantung karena terlibat dalam penjarahan.
Buku ini juga mencatat, setelah tahun 1870 para juru foto dari Woodbury & Page yang membuat foto-foto pertama di Batavia menunjukkan bahwa bagian depan stadhuis sudah banyak berubah dalam 20 tahun terakhir.Sayang perubahan yang terjadi di sepanjang abad 18, 19, hingga 20 tak banyak tercatat secara detil. (kompas.com)


SEORANG kakek berusia 93 tahun dinobatkan sebagai satu-satunya orang yang mampu bertahan dari peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada akhir Perang Dunia II 1945.
Diberitakan Daily Mail, Rabu (25/3/2009), Tsutomu Yamaguchi tercatat sebagai satu-satunya orang dalam sejarah yang mampu tahan dalam dentuman bom dahsyat yang menewaskan ratusan ribu orang itu.
Sebelumnya, Yamaghuci sudah mendapat sertifikasi “hibakusha” yang diberikan bagi orang yang mampu bertahan dari radiasi bom atom di Nagasaki 9 Agustus 1945.
Pejabat kota Nagasaki mengatakan, ternyata 3 hari sebelumnya atau 6 Agustus 1945, dia berada di Hiroshima untuk perjalanan bisnis. Saat itu pasukan Amerika Serikat menjatuhkan bom dari pesawat B-29 di kota itu.
Yamaguchi menderita luka bakar serius di bagian atas tubuhnya namun hanya menghabiskan waktu satu malam di kota itu dan kembali ke Nagasaki.
Sayangnya, dia pulang di saat yang tidak tepat, pasukan AS ternyata menjatuhkan bom kedua di kota kelahirannya.
Pejabat kota Nagasaki Toshiro Miyamoto mengatakan, sejauh ini, Yamaguchi diketahui sebagai korban selamat pada dua pemboman Hiroshima dan Nagasaki.
“Ini seperti kisah tidak beruntung, namun ada kemungkinan masih ada yang lain, selain Yamaguchi,” kata Miyamoto.
Dengan sertifikasi pertamanya itu, Yamaguchi berhak mendapat kompensasi dari pemerintah Jepang, yaitu mendapat uang tunjangan setiap bulan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan biaya pemakaman. Namun kini kompensasi yang akan diterima Yamaguchi menjadi dua kali lipat.

MEDAN-Di kawasan Percut Seituan, Warsono (81) dikenal sebagai dukun yang mampu mengobati berbagai penyakit. Namun, kemarin (29/3) pagi, warga Jalan Sampali Gang Tawon, Dusun XVI, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, itu ditemukan tewas mengenaskan di ladang ubi.
Kakek 20 cucu itu dicekik, disiksa sambil diseret sejauh 100 meter oleh orang yang dipergokinya mau mencuri kambing.
Kematian Warsono membuat ketujuh anaknya bertanya-tanya. Pasalnya, duda yang ditinggal mati istrinya 4 tahun lalu, tak punya musuh. Apalagi warga mengenal sosoknya sebagai orang yang ramah, baik dan suka menolong. Namun kematiannya tak wajar. Warsono ditemukan tewas telungkup setengah bugil.
Meski bajunya masih melekat, Warsono ditemukan hanya mengenakan celana dalam. Mata kiri lebam, dagu lecet dan sekitar kemaluannya berdarah. Di lehernya terlihat bekas cekikan persis di tenggorokannya. Jasadnya pertama kali ditemukan Dedi, bocah kelas I SMP. Temuan itu langsung disampaikan ke anak-anak Warsono hingga warga gempar.
“Matanya bengkak, lehernya biru, dan anehnya dari kemaluannya mengeluarkan darah,”tutur Udin yang mengaku teman karib Warsono menunjukkan lokasi -lokasi awal hilangnya Warasono hingga lokasi ditemukan. Namun anak-anak Warsono yakin pembunuhnya lebih dari dua orang. Hal itu diungkapkan Rahmini (32), putri sulung Warsono.
“Menurut saya pelakunya lebih dari 2. Bapak dibekap dan langsung dicekik dari belakang. Karena kami tahu bapak kami, kalo dari depan 3 orang pun, belum tentu menang berkelahi sama bapak. Bapak memang udah 81 tahun, tapi dia masih sehat. Buktinya ke ladang aja bapak masih sanggup. Yang masang atap di rumah abang Sutoyo kan bapak. Padalah atap itu rencananya mau disiapkan bapak hari ini (Minggu-red),”tambah Rahmini.
Rahmini adalah orang yang paling merasakan kesedihan karena selama ini Warsono tinggal bersamanya. Rahmini kembali menceritakan hari nahas sebelum bapaknya ditemukan tewas. Menurutnya, Minggu (28/3) sekitar pukul 21.00 Wib, bapaknya masih terlihat mondar-mandir di sekitar rumahnya.
Seperti biasa, Warsono pun main ke rumah anak pertamanya, Sutoyo. Saat itu, Sutoyo sedang menerima pasien yang berobat. Usai ditangani Sutoyo, pasien itu masih sempat berbicara dengan Warsono. Agar posisi bicara lebih santai dan nyaman, Warsono mengajak pasien anaknya ngobrol di pondok lesehan, 10 meter dari rumah Sutoyo.
Karena pondok tepat berada di sebelah kandang kambing keluarganya, nyamuk banyak. Warsono pamit pada pasien anaknya untuk bakar sampah di belakang kandang kambing agar nyamuk berkurang. Ditunggu beberapa saat, Warsono tak juga kembali ke pondok itu. Kelamaan nunggu, pasien Sutoyo memutuskan kembali ke kediaman Sutoyo dan menceritakan hal itu namun dianggap angin lalu.
Warsono baru ditemukan esok paginya, Minggu (29/3). Warsono tewas teleungkup memakai baju kemeja hitam bercorak batik dan hanya mengenakan celana dalam warna biru saja. Sedangkan celana pendeknya berwarna hitam ditemukan sangkut di pagar batang ubi, 3 meter dari Warsono ditemukan.
Pasien Sutoyo yang sempat ngobrol dengan Warsono, mengaku pada Rahmini sempat dengar suara gaduh dari belakang kandang kambing. “Tamu abang yang cakap sama bapak di pondokan, sempat mendengar suara grebak-grebuk gitu. Tapi dipikirnya, suara grebak-grebuk itu anjing. Soalnya di sini banyak anjing.
Rupanya sejak bapak ke belakang kandang kambing itu, bapak nggak balek-balek lagi. Rupanya besok pagi, si Dedi menemukan sesosok mayat berambut putih terlungkup dengan tangan menjulur ke depan. Kami pun rame-rame ke belakang. Ternyata benar mayat itu bapak, bapak meninggal karena dibunuh. Matanya kirinya bengkak, bola matanya merah, di lehernya ada bekas cekikkan, dan kondisinya hampir bugil,”jelas Rahmini.
Kurasa, lanjut Rahmini yang ditemani anak-anaknya, gara-gara cekikan itu bapak meninggal. “Pulaknya sampek bebekas ke dalam cekekannya. Bapak mungkin disiksa dulu sebelum dibunuh. Soalnya di salah satu pohon kelapa di belakang kandang kambing, ada bercak darah. Kurasa waktu bapak mau bakar sampah, ada orang yang mau nyuri kambing. Karena mungkin bapak tau orang itu, terus dari pada ketahuan, bapak dicekik. Makanya tamu abang tadi malam nggak dengar suara orang,”ujarnya.
Dia juga yakin bapaknya sempat disiksa dan diseret dari pondokan ke lokasi Warsono ditemukan. Hal itu diyakini dari banyaknya batang pohon yang berpatahan mulai dari pondokan hingga lokasi Warsono ditemukan. “Berarti pelakunya membawa bapak dari sini dan bapak disiksa,”terang Rahmini yakin.
Arwah Warsono Marah dan Janji Balas Dendam Sendiri
Selain Warsono, hampir semua anak-anaknya mewarisi ilmu pengobatan dan kebatinannya. Karena penasaran, istri Sutoyo menggelar ritual pemanggilan arwah. Tujuannya, memanggil arwah mertua untuk mengetahui siapa pembunuhnya. Usai persyaratan disiapkan, ritual pun dimulai.
Anehnya, usai dipanggil, arwah Warsono malah marah-marah. Warsono tak ikhlas bila anak-anaknya atau keluarganya memanggil rohnya. Bahkan saat ditanya siapa yang membunuh, arwah Warsono tak mau menyebutkan namanya. Arwah itu hanya diam. Tak lama kemudian, arwah Warsono berjanji akan membalaskan dendamnya sendirian.
“Kakak iparku bilang, roh bapak marah waktu ditanyai siapa yang membunuhnya. Bapak juga nggak izin sampai kapan pun jika rohnya dipanggil sama anak-anaknya. Tapi waktu roh bapak dipanggil, bapak bilang biar dia aja yang membalas dendam atas kematiannya. Kakak juga bilang, pembunuh bapak orang kampung mereka sendiri dan sangat kenal dengan keluarga Warsono,”terang Rahmini.
Kemarin sore, jenazah Warsono dikebumikan di pekuburan muslim Desa Sampali. Wajah sedih dan kehilangan pun terpancar dari setiap keluarga, anak, cucu, bahkan 3 orang cicit Warsono saat pengebumian. Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Edi B Sinaga mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kematian Warasono. Masih diselidiki dan kita telah memeriksa 3 orang,”ucap Edi.POSTMETROMEDAN


Sanur - Berita tentang Mola mola yang tersangkut kapal bukan kali pertama ini terjadi. Pada 18 September 1908 kapal uap Fiona bernasib serupa. Fiona yang sudah berlayar 65 km dari Sydney, mengalami goncangan yang cukup kuat. Kapal inipun melambat ke tepian dan salah satu awak kapal melihat Mola-Mola tersangkut pada baling-baling kapal. Mola mola kemudian diangkat. Saat diukur Mola mola yang tersangkut ini memiliki ukuran panjang 3.1 m dan tinggi 4.1 m. Ukuran ini merupakan ukuran Mola mola terbesar yang pernah diketahui.
Menurut catatan para ahli Australian MuseumIchthyology, Mola mola tersebar di seluruh dunia khususnya di perairan yang bersuhu hangat. Di Australia, Mola mola tercatat hidup sekitar pesisir tengah New South Wales hingga Tasmania dan kemudian ke arah Mandurah, di Australia barat.
Mola mola ditemukan di perairan laut dalam samudera, tetapi terkadang muncul juga di permukaan ataupun perairan dangkal. Karena memiliki sirip atas yang panjang, tidak jarang saat muncul di permukaan air, oleh para pelaut dan nelayan, Mola mola sering disangka hiu oleh para nelayan maupun pelaut.
Mola mola adalah ikan yang luar biasa. Berbeda dengan ikan lain pada umumnya, Mola mola(caudal fin) tetapi Mola mola justru memiliki clavus, yang merupakan bentuk sambungan antara sirip atas/punggung dan sirip bawah/perut. ClavusClavus ini berbentuk pendek, melebar, serta membujur di bagian bawahnya. Para ahli menyebut bentuk ini dengan sebutan ossicles. Beberapa karakter yang membedakan spesies ini dari empat anggota famili yang sama adalah jumlah ossicles dan perbedaan gurat sisi yang tampak pada bagian posterior (sirip atas) serta di bagian akhir tubuhnya dimana denticles (struktur tubuh) pada kulit berubah drastis dari kasar hingga sangat lembut (*) nyaris tidak memiliki sirip ekor mengambil posisi tumbuhnya sirip ekor yang terdapat seperti pada ikan lainnya.

BANTEN (SuaraMedia) - Jebolnya tanggul Situ Gintung tampaknya turut menghanyutkan isi danau keluar. Ikan Patin seberat 45 kg yang diduga berasal dari danau ditemukan warga di sungai. Warga menyebut ikan itu sebagai penghuni Situ Gintung.
Ikan itu ditemukan Akmal Ramadan, salah sorang kru PMI dan SAR Jakarta Selatan yang membantu pencarian korban. Saat tengah menyusur sungai mencari para korban, Akmal justru menemukan sebuah ikan besar.
“Kita sedang menyusur di dalam sungai mencari korban. Tiba-tiba kepentok ikan besar,” ujar Akmal di Kampung Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3/2009).
Panjang ikan sekitar 1 meter dan lebar 40 cm. Saat ditemukan, di dekat ikan tersebut terdapat mayat salah seorang warga yang menjadi korban keganasan air Situ Gintung.
“Ini kayaknya ‘penghuni’ Situ Gintung deh,” celetuk salah seorang warga.
Setelah ditemukan di sungai, ikan berukuran panjang 1 meter dan lebar 40 cm itu lantas dibawa ke posko STIE Ahmad Dahlan. Di sana anggota tim SAR yang terdiri sekitar 20 orang lantas berpose untuk foto bersama ikan malang tersebut.
Sebenarnya, para anggota Tim SAR belum memutuskan akan diapakan ikan itu. Namun ada usulan agar ikan tersebut dimasak untuk disantap ramai-ramai.
“Kita nggak tau mau diapain. Tapi buat makan-makan kenyang juga nih,” ujar Agus, salah satu anggota tim SAR, saat ditemui di posko STIE Ahmad Dahlan, Cireundeu, Tangerang Selatan, Banten.
Di sekitar tanggul tampak beberapa warga dan anak-anak mencari ikan dari air danau yang meluap. Tim SAR sendiri selain menemukan ikan patin raksasa juga menemukan ikan mas seberat 4 kg.SUARAMEDIA

INILAH.COM, Jakarta - Rupanya musim pemilu kali ini tidak hanya pengusaha konveksi atau kelompok pengerah massa saja yang kebanjiran order. Pengelola Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di sejumlah tempat juga kini menyiapkan diri untuk kebanjiran pasien. Pasien diperkirakan akan berasal dari kalangan politisi yang gagal merengkuh impian menjadi anggota dewan.
Miris memang. Tapi, boleh jadi itu bisa menjadi fenomena yang mewabah usai pesta demokrasi digelar. Sebab, untuk menjadi caleg, para politisi itu menghabiskan uang yang tidak terbilang sedikit. Hampir semua caleg, pastinya sudah menghabiskan dana jutaan rupiah.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Abdul Hadi Faishal mengungkapkan potensi sakit jiwa koleganya sesama politisi cukup besar. Terlebih, bila caleg tersebut merupakan pemain baru di pentas politik. “Di sini peranan partai politik yang seharusnya melakukan kaderisasi yang matang,” ujar Hadi.
Seharusnya, pola kaderisasi di parpol tidak berlangsung instan, setahun-dua tahun. Lamanya waktu menempa ‘ilmu politik’ itu penting untuk mengasah kemampuan berpolitik. Terlebih saat ini, sistem yang digunakan tidak lagi nomor urut melainkan perolehan suara terbanyak.
“Apalagi sekarang ini caleg yang meraih suara terbanyak berhak terpilih menjadi anggota legislatif, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Sedangkan jika tidak terpilih, kemungkinan mengalami stres terutama caleg yang kurang matang kesiapan mentalnya,” prediksi Hadi.
Dirinya menduga dengan banyaknya caleg dan sulitnya cara memilih maka dikhawatirkan angka suara tidak sah akan membengkak. Alhasil banyak pula caleg tidak meraih suara sebanyak yang diinginkan. Padahal, di satu sisi, para caleg terus berlomba-lomba mengampanyekan diri sendiri.
Merebaknya dugaan fenomena ini membuat Menteri Agama Maftuh Basyuni gelisah. Mantan Dubes Arab Saudi ini berharap para caleg yang kini bertarung siap menerima realita politik. Intinya, caleg yang kalah harus senang melihat pesaing politiknya menang.
“Caleg tentu menginginkan menang, tidak ingin kalah sehingga akan terjadi gesekan-gesekan. Untuk itu saya ingatkan kepada caleg harus siap kalah dan menang, ” pinta Maftuh.
Dalam pandangannya, ukuran keberhasilan pemilu adalah adanya peserta yang siap kalah dan menang. Hal ini penting agar tercipta pesta demokrasi yang aman damai serta melahirkan pemimpin yang amanah. “Pemilu nanti ukurannya adalah siap kalah dan menang, dalam artian caleg yang kalah harus senang melihat saudaranya yang menang. Itu baru menyontoh apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasullah Muhammad SAW, ” bebernya.
Ia menambahkan adanya persaingan dalam pemilu adalah hal wajar. Namun bukan berarti lantas timbul permusuhan antara yang menang dan yang kalah hanya karena merasa tidak senang. “Akui kekalahan dan dukung mereka yang menang karena ukuran sukses pemilu bukan saja berhasil memenangkan pertarungan politik tetapi sejauh mana pesertanya mampu menciptakan pemilu yang elegan,” tandasnya.
Hasil survei kesehatan mental rumah tangga (SKMRT) pada 1995 menunjukkan gejala gangguan kesehatan jiwa pada penduduk rumah tangga dewasa di Indonesia, yakni 185 kasus per seribu penduduk. Selain itu, gangguan mental emosional pada usia 15 tahun ke atas mencapai 140 kasus per seribu penduduk. Sementara pada rentang usia 5-14 tahun mencapai 104 kasus per seribu penduduk.
Psikolog Tika Bisono menjelaskan kesehatan jiwa seseorang sangat menyangkut pada masalah well-being atau intensitas seseorang sebagai manusia. Sehat jiwa mencakup perilaku, pikiran, perasaan sehat, dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup. Artinya, orang yang sehat jiwa akan dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok.
Taraf gangguan jiwa pun beragam. Mulai dari yang sangat ringan, tidak memerlukan perawatan khusus seperti kecemasan dan depresi. Kemudian bertahap ke tingkat ketagihan Napza, alkhol dan rokok, dan kepikunan pada orangtua. Tahap paling berat adalah skizofrenia dimana penderita tak mampu lagi membedakan antara kenyataan dengan khayalannya sendiri.
Dan bukan tidak mungkin, menurut staf pengajar Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam, para caleg yang gagal terpilih itu akan menderita gangguan fisik. Sebab, keseimbangan saraf otonom, sistem hormon, organ dan pertahanan tubuh terganggu. “Stres merupakan faktor utama terjadinya gangguan jiwa yang berdampak pada gangguan fisik atau psikosomatik,” kata Ari.
Fenomena ini tentu tidak bisa disepelekan. Apabila kondisi ini benar terjadi maka yang paling pertama yang disalahkan adalah parpol. Karena, ini adalah kegagalan parpol dalam menciptakan kader yang tidak hanya siap menang tetapi juga matang secara politik yang tentu saja dapat menerima kekalahan.


“Itu merupakan kubangan racun seluruh Jakarta, apalagi daerah situ adalah
pemukiman padat penduduk,” kata Ery dalam sebuah kajian RIC di Karawaci. Menurut dia, air warna kuning dan di bawah yang berwarna hitam itu sangat lengket. “Coba ambil lumpur itu dan genggam, silakan bilas tangan Anda dengan sabun, lengketnya tidak langsung hilang,” kata Ery.
Ey tak menjelaskan jenis racum dalam kubangan situ. Ia masih mengkaji lebih jauh. Selain lumpur, kata dia lagi, di bawah terdapat celah gorong-gorong yang terbuka. Jebolnya tanggul itu sangat dahsyat, karena mempu membuat mobil tersangkut pohon. "Bisa dihitung berapa kecepatan air per kilometernya saat tanggul jebol."
Danau alam seperti Situ Gintung, menurut Ery, tidak hanya menampung air hujan, tapi juga sumber air. Karena sumber airnya sangat besar, maka dipilih oleh Belanda pada 1933 sebagai 'surga' Batavia masa itu.
Akibat tanggul jebol, hampir 100 orang ditemukan meninggal. Sisanya, lebih dari 100 orang masih dalam pencarian. Adapun warga yang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal mencapai 600 orang. Mereka menjadi korban saat tertidur ketika tanggul Situ Gintung di Cireunde, Ciputat, Tangerang, itu ebol pada subuh.
AYU CIPTA


Sebagaimana pada berbagai malapetaka lainnya, tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa hari yang lalu mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Apalagi, perhatian terhadap yang aneh-aneh. Perhatiannya bisa melebihi perhatian terhadap penderitaan para korban. Ya, terkadang “perhatian” masyarakat itu sendiri terlihat aneh juga. Apa sajakah keanehan yang terkait dengan tragedi Situ Gintung ini? Berikut ini informasi-informasi paling aneh yang dapat aku himpun sejauh ini.
1. Sejak 2 tahun ini masyarakat sekitar tanggul sudah khawatir, tetapi kekhawatiran itu kurang mendapat respon dari Pemerintah. Padahal pada Nopember 2008 lalu tanggul Situ Gintung pernah jebol walau belum parah. Anehnya, Pemerintah belum berbuat secukupnya untuk mengatasinya. Bahkan early warning system (sistem peringatan dini) pun belum dibuat.
2. Dikabarkan, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, berhasiltelah direkam”. Perhatikan! Merekam peristiwa yang menyedihkan ini dipandang sebagai prestasi alias kesuksesan alias keberhasilan. Aneh, ‘kan? Seandainya “jebolnya tanggul Situ Gitung berhasil dicegah”, bukankah ini yang lebih layak kita pandang sebagai keberhasilan? Mengapa tidak kita katakan saja, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, direkam”?
3. Situ Gintung merupakan lokasi wisata. Anehnya, “pengunjung” justru membludak setelah tanggul itu rusak total dan tidak indah lagi. Ternyata, Lokasi Jebolnya Tanggul Situ Gintung Jadi Tontonan. Apakah tempat-tempat wisata kita perlu dirusak total supaya pengunjungnya ramai?
4. Pesan-pesan Politik di Situ Gintung. Ini dia beritanya:
“Bagaimana, apa sudah ada wartawan di lokasi? Kalau sudah, sembako kita bagikan saja,” ujar seorang caleg parpol berbicara di telepon seluler.
Setelah menutup telepon, caleg itu kemudian bergegas ke lokasi bencana banjir Situ Gintung dengan dibantu beberapa kader partainya.
Pada masa kampanye seperti ini kader dan partai politik sepertinya tidak mau kehilangan momen tebar pesona, bahkan di tempat bencana sekalipun.
Dengan dalih memberi bantuan untuk korban tragedi Situ Gintung, sejumlah caleg partai politik mau repot-repot memberi langsung bantuan ke keluarga korban bencana. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan posko bantuan lengkap dengan atribut partai dan nama caleg bersangkutan.
Para caleg parpol tampaknya sudah siap dengan situasi seperti ini. Mereka datang bak pahlawan yang siap menanggung bersama kesusahan orang lain.
Mereka tidak hanya sigap mendatangi korban, tetapi juga cepat mengurusi hal-hal yang kecil. Tidak butuh waktu yang lama, spanduk besar bertulisan ”Posko Bantuan Bencana Banjir Situ Gintung, Caleg Nomor …” sudah terpampang di depan posko.
5. Ikan Patin seberat kurang lebih 45 kg yang ditemukan di dekat tanggul Situ Gintung menjadi primadona dadakan. Ikan raksasa penghuni Situ Gintung itu mungkin akan dimasak dan disantap bersama-sama. Begitulah beritanya. Kemudian, seorang pembaca berkomentar: “itu sebenernya Tim SAR atau Nelayan sih? kok malah pada cari ikan semua… tim SAR yang aneh..“
6. Subhanallah “Masjid Utuh berdiri di bencana Jebol tanggul Situ Gintung“. Ini memang bisa dipandang aneh. Namun lebih aneh lagi kalau kejadian ini dipandang sebagai mukjizat dari Tuhan bagi umat Islam. Jika utuhnya itu dianggap lantaran kesucian masjid itu, maka bukankah ada bangunan lain “yang lebih suci” daripada masjid tersebut namun beberapa kali mengalami kerusakan lantaran banjir? (Yang aku maksud dengan “yang lebih suci” ini adalah Kakbah. Lihat “Sejarah Rekonstruksi Kakbah“.)
7. Menurut PosKota, tragedi Situ Gintung ini terjadi karena “Nyi Mas Melati Minta Tumbal“. Ini dia beritanya:
Di balik tragedi Situ Gintung yang menewaskan puluhan orang, banyak cerita misteri yang mengiringi danau seluas 21 Ha tersebut. Seminggu sebelum tanggul jebol, ada informasi kalau sang penunggu, Nyi Mas Melati menampakkan diri dengan berpakaian serba putih di tengah Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat.
Kejadian ini termasuk langka dan jarang terjadi terlebih setelah adanya ‘Pulau Bergeser’ di Situ Gintung tahun 1986. Saat itu, menurut Abah Nur, 76, tokoh masyarakat yang yang tinggal sejak tahun 1965, ada cerita munculnya ular besar yang berdiameter sebatang pohon kelapa.
“Setelah munculnya ular raksasa di tengah situ, tiba-tiba timbul gundukan tanah atau yang disebut sebagai pulau kecil di dalam Situ Gintung yang bergeser ke tengah-tengah setu. “Pulau itu terlihat saat air setu menyusut atau kering. Tapi kalau meluap tak terlihat sama sekali,” kata Abah Nur, Jumat (27/3).
Aroma mistik tersebut kembali muncul seminggu lalu, saat sejumlah warga yang sedang memancing sekitar Pk. 18:30 melihat munculnya sinar terang di tengah situ. Sinar itu menggambarkan wanita berparas cantik yang lebih dikenal warga sekitar sebagai Nyi Mas Melati, sang penunggu situ yang dibangun pada tahun 1933 oleh Belanda.
Anehnya, kalau memang firasat/ramalan seperti itu sudah ada sebelumnya, mengapa baru disebarluaskan setelah terjadi tragedi? Mengapa itu tidak disebarluaskan sebelumnya supaya tidak ada korban? (Selain itu, mengapa hanya firasat/ramalan yang “benar” saja yang diberitakan? Mengapa firasat/ramalan keliru tidak diberitakan?)


news